Rabu, 27 Januari 2010

Pergaulan Dalam Ruang Kerja

Sebelumnya saya mau mengucapkan Selamat Tahun Baru 2010. Mungkin di postingan yang lalu, saya berniat untuk menutup blog ini karena kesibukan saya yang sekarang dan saya merasa blog saya ini sepi akan pengunjung dan kurang bagus untuk dibaca. Namun setelah kemarin ada yang mengomentari salah satu artikel saya kalau saya harus tetap menulis blog ini. Saya jadi semangat meskipun agak terpaksa untuk menulis blog ini lagi disertai dengan dukungan dari teman baik saya AWW yang juga mulai menulis blog lagi setelah blognya yang lama www.malingsandal.blogspot.com hilang entah kemana.

Saya harus berpikir agak lama, apa yang mesti saya tulis karena terlalu banyak kritik-kritik yang ingin saya tulis. Mulai dari kasus Bail Out Century, nikmatnya fasilitas penjara bagi koruptor, beratnya peran Menteri Hukum dan HAM yang sekarang Patrialis Akbar, kenapa ada yang namanya Psikopat seperti Babe atau Suwanto/Robot Gedek yang tega memutilasi seseorang tanpa merasa bersalah, Mafia Hukum dan Mafia Perbankan adalah mafia yang paling tinggi, Kepolisian/Kejaksaan/KPK manakah yang lebih baik, pengaruh media terhadap suatu kasus (kasus Luna Maya yang lenyap begitu saja, gosip-gosip artis, hasil koin untuk Prita, kasus pemukulan yang dilakukan oleh George Aditjondro terhadap Rachmadi Pohan yang hilang begitu saja, dan menyebalkannya kata-kata Ruhut dalam rapat Pansus Century), dukungan suatu fraksi terhadap partainya dalam hal apa saja (seperti Demokrat dalam kasus Century),kenapa sih ada orang yang susah ditangkap (Anggodo,Anggoro,Robert Tantular,Sri Mulyani,Budiono),nikmatnya menjadi seorang pemimpin dalam sisi positif maupun negatif,renovasi aset negara yang bisa mencapai milyaran rupiah (Cth : tugu HI,pagar Istana),ada apa di balik pembobolan mesin ATM Bank BCA,fenomena artis jadi anggota DPR,dsb.

Namun, kali ini saya akan menulis tentang “Pergaulan Dalam Ruang Lingkup Kerja”. Kenapa saya menulis hal ini ? Karena kebetulan tahun ini saya baru memasuki dunia kerja secara formal. Saya agak canggung dengan pergaulan dalam dunia kerja karena banyak sekali perbedaan dengan pergaulan di rumah atau di dalam keluarga. Ketika pertama kali saya memasuki ruang lingkup kerja, saya harus melakukan banyak hal, yaitu :

1.Merendahkan diri karena masih baru

2.Selalu berkenalan dengan pegawai baru jika ada waktu luang walaupun sedikit

3.Tidak banyak bicara ketika bekerja

4.Bertanya jika ada yang tidak tahu/media basa basi

5.Mengumbar senyum dengan pegawai yang belum sempat dikenal

Dan ada beberapa hal sangat sopan yang mesti saya lakukan selama masuk di dalam lingkungan pekerjaan itu. Hasil dari semua itu dengan sedikit bicara banyak bekerja yang saya lakukan ternyata berdampak sangat baik bagi saya pada hari itu juga sampai seterusnya dan saya mendapat perlakuan yang amat baik. Mungkin di awal-awal kita jangan terlalu banyak bicara, setidaknya tunjukkan saja keramah-tamahan kita dan cara kerja kita, setelah itu pertahankan sampai kita benar-benar masuk ke dalam pergaulan tersebut (selama itu positif).

Tapi ternyata tidak semua tempat pekerjaan memiliki hasil yang sama. Mungkin di tempat kerja saya yang sekarang, tidak ada yang lulusan S1 dan selanjutnya. Pendidikan mereka paling tinggi hanya D3 dan paling rendah SMA. Banyak yang bilang tempat kerja yang lulusan berpendidikan dengan yang lulusan biasa-biasa saja itu berbeda cara bergaulnya dan ternyata hal tersebut memang benar.

Pernah saya melamar di tempat yang lulusan S1 semua, saya sempat kaget karena saya mendapat tawaran pekerjaan di tempat seperti itu karena saya hanya lulusan SMA. Ketika saya coba untuk ramah terhadap beberapa karyawan di sana, ternyata “sapaan” saya tidak dibalas dengan baik. Mungkin mereka hanya menganggap saya lulusan SMA bodoh dan culun yang sedang mencoba peruntungan untuk bisa masuk di tempat kerja mereka. Dan perlakuan seperti ini saya dapatkan di tiga tempat berbeda. Malah ada yang sempat berkata agak menggertak ketika saya bertanya sesuatu. Akhirnya, saya tidak jadi kerja di tempat itu karena saya tahu kalau itu PT Penipu.

Menurut saya, lingkungan pekerjaan meskipun di sana berbeda umur dari kita, tapi pendidikan mereka setara dengan kita, maka mereka akan mudah bergaul dan menyesuaikan diri dengan kita. Tapi jika kita dan mereka berbeda latar belakang mulai dari pendidikan,pergaulan,pengalaman,agama,suku, dan sosial yang sangat jauh. Maka bisa dibilang kita akan sulit untuk bergaul dengan mereka. Seperti contoh yang belum saya ceritakan, yaitu ketika saya melamar di sebuah perusahaan telekomunikasi, saya bertemu dengan salah satu karyawan perusahaan tersebut. Saya lihat dia masih muda lalu saya coba ajak bicara dengan bahasa “gaul” dan banyak tawa. Ternyata saya bisa masuk pembicaraan dia dan tentunya saya harus lebih banyak diam daripada bicara. Dia mulai menceritakan tentang pekerjaanya di perusahaan tersebut mulai dari cara kerja,pergaulan,gaji,karyawan disana,dsb. Setelah lama berbicara, akhirnya dia berbaik hati menraktir saya makan. hahahaha…

Namun saya terkejut ketika dia bercerita tentang hal yang paling saya benci yaitu rasis. Jadi dia pernah berkerja di tempat yang orang-orangnya tidak mau bersosialisasi secara wajar karena persaingan kerja lalu dia keluar, lalu dia pernah bekerja di tempat yang orang-orangnya memandang suku/bangsa/keturunan lalu dia keluar, dan terakhir dia pernah bekerja di tempat yang bos-nya mendiskriminasi agama lalu dia keluar. Jadi dari pengalamannya ini dia mengajarkan saya kalau ada tempat kerja yang mendiskriminasi/membedakan seseorang dari latar belakangnya. Jadi sebaiknya ketika kita ingin mencoba menyesuaikan diri dengan orang-orang di sekitar tempat kerja kita, sebaiknya kita harus berhati-hati. Kita harus melihat dengan baik apa orang-orang di tempat kerja itu mempunyai sistem pergaulan yang tidak sehat. Jika ya, maka sebaiknya kita tidak usah banyak bertingkah untuk sementara waktu.

Jadi kesimpulan saya (untuk yang baru pertama kali kerja), jika kita ingin mudah bergaul di suatu tempat kerja yang perlu kita lakukan pertama adalah berkaca dulu pada diri kita kalau kita masih baru di sana dan belum memiliki banyak pengalaman, jangan banyak bicara tapi tunjukkan saja cara kerja kita, dan memang tidak bisa dipungkiri kalau kita juga harus “agak” memilih-milih dalam bergaul agar tidak terjerembab dalam pergaulan yang sesat. Saya yakin jika Anda cukup bersabar dan selalu rendah diri hanya dalam beberapa waktu saja, maka Anda sudah bisa masuk ke dalam lingkungan pekerjaan Anda. Mungkin itu saja yang harus diperhatikan jika ingin mudah bergaul dalam ruang lingkup pekerjaan. Perlahan tapi Pasti

(Lihat iklan salah satu provider seluler “T**k**s**” yang menceritakan tentang bagaimana seseorang bisa sukses bersosialisasi di lingkungan kerja yang baru dengan cara membagi gosip yang ia baca lewat internet melalui ponselnya)

Baca Juga Artikel Ini



Bookmark and Share