Jumat, 19 Juni 2009

Fenomena Setelah Kelulusan

Waktu itu kan gw udah membuat artikel Fenomena Ujian Nasional disini. Sekarang gw akan menulis “Apa sih yang akan dilakukan murid ketika pengumuman kelulusan ?” Jawabanya “Coret2 baju,tawuran,foya2,makan2,malah ada yang godain cewek sambil dipegang TT-nya rame2, dsb”. Oke, memang seperti itulah yang akan dilakukan murid2, tapi jika mereka lulus.

Bagaimana jika mereka tidak lulus ? Jawabanya “Mengulang,stress,sedih,nangis,marah,dan paling parah bunuh diri”. Ya memang benar seperti itu, ini semua ulah siapa ? Pemerintah & Depdiknas lah yang paling bertanggung jawab karena memberi standar kelulusan yang bukan main gilanya BAGI SEKOLAH YANG BELUM MEMENUHI STANDAR PEMBELAJARAN, seperti kurangnya fasilitas sekolah,buruknya pengajar, dsb.

Namun kali ini gw gak mau ngomongin kebijakan pemerintah yang gak adil (Capek). Tapi gw akan berbicara bagaimana perasaan seorang murid ketika sedang menunggu hasil Ujian Nasional yang mencekam (khususnya untuk murid yang punya otak pas2an). Jujur gw ini bukan murid yang pintar, gw banyak nyontek ketika ujian apalagi yang pelajaran eksakta. Ini karena gw salah ambil jurusan di IPA jadi gw harap ikutilah kata hatimu (Cailah).

Perasaan gw dan teman2 seperjuangan ketika Ujian Kelulusan SMA menanti benar2 gak karuan alias kacau. Malah ada temen gw yang emosinya jadi naik kalau ditanyain masalah UAN. Kenapa ? Karena UAN benar2 menentukan kelulusan siswa pada waktu itu. Dan ketika UAN datang, kami semua hanya bisa berusaha (Cari bocoran) dan berdoa supaya lulus (Doa yang sering diminta ketika salat Jumat bareng). Lalu setelah 3 hari ujian terlewati, hari2 kami dilalui dengan perasaan gelisah (Apalagi yang bego pasti takut gak lulus). Gila, menunggu pengumumannya sampai 2 bulan. Waktu itu temen gw ada yang bilang “Eh, kita nazar yuk”, “Ah, kalau lulus gw mau nyebur ke kolam ikan”, dsb. Tapi, setelah pengumuman kelulusan diumumkan ternyata gak ada kejadian yang terlalu spesial disekolah. Gak ada yang namanya coret2 baju. Ternyata itu adalah trik dari sekolah yang memberi pengumuman kelulusan lewat rumah alias siswa2nya lagi pada libur (Bisa aja).

Akhirnya, karena gak ada acara coret2an. Sekolah memberi kebijakan untuk tiap siswa yang lulus agar meyumbangkan sebagian baju sekolahnya ke sekolah kalau gak ijazah gak dikasih (Parah). Tapi itu gak apa2 sih karena memang banyak saudara kita yang gak mampu untuk membeli baju SMA baru (Contohnya gw). Pertama kali masuk SMA masih harus pakai baju SMP. Tapi sebetulnya gw juga sedih sih ketika lulus SMA gak ada kenang2an fisik sepert coret2 baju atau yang lainnya. Yang ada kenang2an “Guru2 Killer”. Memang SMA adalah masa yang paling indah (Artikel gak berarti)

Baca Juga Artikel Ini



Bookmark and Share